Hati yang sehat yaitu, hati yang terjaga dari syirik, sifat dengki, iri, kikir, takabur, cinta dunia dan jabatan. Ia terbebas dari semua penyakit yang akan menjauhkannya dari Allah SWT. Ia selamat dari setiap syubhat yang menghadangnya. Ia terhindar dari intaian syahwat yang menentang jati dirinya. Dan ia terbebas dari segala keinginan yang akan menyesaki tujuannya. Ia akan terbebas dari segala penghambat yang akan menghalanginya dari jalan Allah. Demikian inilah hati yang akan sehat di surga dunia, surga di alam kubur, serta surga di hari kiamat.
Keselamatan tidak akan terwujud, kecuali dengan terjaga dari 5 (lima) perkara, (yaitu) dari syirik yang bertentangan dengan tauhid, dari bid’ah yang berhadapan dengan sunnah, dari syahwat yang menghambat urusannya, dari ghaflah (kelalaian) yang menghilangkan dzikir kepada Allah SWY, dari haw nafsu yang akan menghalangi ikhlas.
Lima hal ini menjadi penutup jalan menuju Allah. Masing-masing perkara tersebut mempunyai banyak pengaruh yang tidak terbilang.
(IBNUL QAYYIM AL-JAUZIYYAH)
(Noted from PASPOR KEMATIAN,Abdul Jabbar, Cicero Publishing, hal.156)
Keselamatan tidak akan terwujud, kecuali dengan terjaga dari 5 (lima) perkara, (yaitu) dari syirik yang bertentangan dengan tauhid, dari bid’ah yang berhadapan dengan sunnah, dari syahwat yang menghambat urusannya, dari ghaflah (kelalaian) yang menghilangkan dzikir kepada Allah SWY, dari haw nafsu yang akan menghalangi ikhlas.
Lima hal ini menjadi penutup jalan menuju Allah. Masing-masing perkara tersebut mempunyai banyak pengaruh yang tidak terbilang.
(IBNUL QAYYIM AL-JAUZIYYAH)
(Noted from PASPOR KEMATIAN,Abdul Jabbar, Cicero Publishing, hal.156)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar